Candi Plaosan #2014-09-20

Candi Plaosan terletak di Desa Bugisan, Prambanan , Klaten, Jawa tengah (agak berbatasan dengan Jogja). Candi Plaosan dibangun oleh Rakai Panangkaran yang berasal dari Dinasti Syailendra yang juga membangun Candi Kalasan, Candi Borobudur, serta Candi Sewu.
Di kompleks Candi Plaosan ada dua lokasi terpisah, yaitu kompleks Candi Plaosan Lor, dan Plaosan Kidul. Candi Plaosan Lor terdiri dari dua bangunan utama, yang kemudian di kelilingi oleh stupa- stupa serta bangunan bangunan kecil lainnya. Bisa dibilang proses pemugaran candi ini masih berlangsung, karena kebanyakan bangunan bangunan di sekitarnya belum tersusun dengan rapi.

Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor

Kira-kira dua tahun yang lalu saya sudah pernah mengunjungi candi ini (baca ulasan berikut). Jika dilihat tidak banyak perubahan yang terjadi. Candi ini masih menarik serta masih sering dijadikan tempat untuk pengambilan foto. Tiket masuknya juga masih sama murahnya 7000 rupiah. Salah seorang teman saya pernah berkata bahwa candi-candi yang berada di bawah naungan Balai Pelestarian Cagar Budaya  (kalau tidak salah ini namanya), memiliki tarif masuk yang lebih murah (dan jarang dikunjungi wisatawan). Berbeda dengan candi-candi yang memang sudah dijadikan tempat wisata seperti candi  Borobudur dan candi Prambanan.

Sebetulnya candi ini memiliki dua komplek yang dipisahkan oleh jalan kampung. Kali ini saya hanya mengunjungi Plaosan Lor yang relatif utuh dan lebih banyak bangunan yang berdiri. Candi Plaosan Kidul terletak di sebelah selatan Candi Plaosan Lor.  Kebanyakan hanya tumpukan batu candi yang belum tersusun. Kalau tidak salah, hanya ada satu bangunan yang berdiri dan tidak sebesar atau semegah Candi Plaosan Lor. Mungkin kedua nya (Plaosan Lor dan Plaosan) memiliki kegunaan yang berbeda (saya tidak tau pastinya).

salah dua dari beberapa arca yang ada
salah dua dari beberapa arca yang ada
Hamparan batu yang belum tersusun
Hamparan batu yang belum tersusun

Sebetulnya saya agak ragu, candi ini dapat kembali berbentuk seperti awal pembangunannya. Mungkin bisa tapi bakal memakan banyak waktu. Menurut saya (yang awam ini), banyak sekali bagian-bagian candi yang tidak utuh (bisa rusak karena gempa, bisa hilang diambil orang) dan tidak diketahui bentuk aslinya seperti apa. Akan (agak) sangat sulit untuk menentukan atau mengira-ngira bentuk asli candi ini. Siapa yang tau bentuk asli candi ini :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.