convert cr2 ke jpg/png

Halo,

Akhirnya ada bahan untuk isi-isi tulisan lagi disini. Kali ini mau bahas hal yang sedikit teknis hehehe. Sebagai orang yang suka memakai kamera kadang format raw/cr2 dipakai, alasannya supaya lebih fleksibel. Nah format file ini engga bisa langsung dipakai kalau mau share-share foto ke sosial media atau upload-upload ke website (filenya bakal terlalu besar). Makanya filenya perlu di convert ke format lain, bisa jpeg atau png.

Continue reading

7 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Menggunakan Facebook atau Media Sosial Lainnya

Pada jaman dulu mungkin orang berkomunikasi dengan kurir yang menyampaikan pesan atau dengan surat, tapi sekarang hal-hal yang berhubungan dengan komunikasi sudah berkembang dengan cepat. Sudah ada yang namanya telepon, internet, email, sampai media sosial. Dari awal yang susah-susah dan makan banyak waktu sampai sekarang yang cuma tinggal ketik-ketik klik send. Dari yang jaman dulu mahal-mahal banget sekarang murah-murah aja (kalo ini relatif si ya). Continue reading

Salah satu artikel dari erepublik

Harga sahabat tuh murah loh ternyata, ga semahal yang diomongin orang orang. Apalagi harga seorang teman.

Hehe…

Ada seorang teman berkata kepada sahabatnya “aku tuh beda, aku ga akan ninggalin kamu. Janji, aku beda dari yang lain, aku ga mau ninggalin sahabatku”.

Selang beberapa waktu, janji itu tinggal janji, toh ga ada yang rugi, yang rugi paling hanya yang ditinggal.

Yang ninggalin siap melenggang dengan elok, teman atau sahabatnya dijadikan batu pijakan untuk ke tempat yang lebih tinggi, bukan sekedar tempat berpijak, tapi

jadi tempat untuk “diinjak injak”(terlalu kasar bhasanya).

Mungkin ga ada niat dari sahabat buat ninggalin temannya, tapi kesibukan yang buat dia lupa.

Lupa dengan janjinya?

Sahabat juga manusia kan.

Haha…

Bukan salah sahabat kalo dia “TIDAK SADAR” telah bersikap begitu, keadaan yg membuat mereka begitu.

Padahal sahabat udah diingatkan “kamu kok berubah, jarang ngobrol sama aku, kalo ngbrol pasti kalo lagi ada masalah sama pacarmu, kenapa si berubah?”

trus, “SAHABAT” jawab : “ga ada yg berubah kok, aku tetep kayak dulu, tetep sahabat kamu, kita harus kayak dulu, ngobrol tiap hari terus terusan, kamu mau

kan? Ga ada yg berubah ko”

tapi, nyatanya sekarang saat dia sudah baikan dengan pacarnya, berhari hari sahabatnya tak disapa, diingat pun mungkin tidak.

Semakin kuat asumsi bahwa “kamu yang butuh aku, kalo mau ngobrol, kamu yang duluan hubungi aku lah”.

Pernah kita sama-sama susah

Terperangkap di dingin malam

Terjerumus dalam lubang jalanan

Di gilas kaki sang waktu yang sombong

Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap

Pernah kita sama-sama rasakan

Panasnya mentari hanguskan hati

Sampai sa’at kita nyaris tak percaya

Bahwa roda nasib memang berputar

Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau

Sementara hari terus berganti

Engkau pergi dengan dendam membara . . .

Di hati . . . . . .

Cukup lama aku jalan sendiri

Tanpa teman yang sanggup mengerti

Hingga sa’at kita jumpa hari ini

Tajamnya matamu tikam jiwaku

Kau tampar bangkitkan aku sobat

(Iwan Fals: Belum Ada Judul)

“Then you should have died! Died, rather than betray your friends, as we would have done for you!”

-Joanne Kathleen Rowling-

“One should rather die than be betrayed. There is no deceit in death. It delivers precisely what it has promised. Betrayal, though … betrayal is the wi llful slaughter of

hope.”

-Steven Deitz-

“Silence is the true friend that never betrays.”

-Confucius-

“We have to distrust each other. It is our only defense against betrayal.”

-Tennessee Williams-

Published with Blogger-droid v2.0.1

dari teman

  1. Bismillahirrahmannirrahim, pada tiap tiap hendak melakukan sesuatu
  2. Alhamdulillah, pada tiap tiap habis melakukan sesuatu
  3. Astagfirullah, jika tersilap mengatakan sesuatu yang buruk
  4. Insyaallah, jika ingin melakukan sesuatu pada masa yang akan datang
  5. Lahaula wala quwata illah billah, bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk
  6. Innalillah wain na illahirajiun, jika menghadapi musibah atau melihat kematian
  7. La ila  ha il lallah, bacalah sepanjang siang dan malam

 

Iya dulu salah satu teman saya pernah kirim sms seperti ini ketika saya mulai ‘nakal’

artikel salah satu pemain erepublik

Ketika seorang sahabat sejati bertanya kepada sahabatnya, “apakah aku pernah melakukan salah padamu?“.

Sahabatnya akan menjawab, “ya, tapi aku sudah melupakan kesalahanmu“.

Ketika seorang sahabat sejati berbalik bertanya kepada sahabatnya, “apakah aku pernah bersalah padamu?“.

Sahabatnya akan menjawab, “ya, tapi aku sudah lupa akan hal itu“.

Ketika seorang bertanya, “Apa yang telah kau lakukan untuk sahabatmu?“

Seorang sahabat akan menjawab, “Aku tidak tahu.” sebab seorang sahabat tidak pernah meminta imbalan dari apa yang telah di perbuatnya dengan tulus.


Ketika seorang sahabat sejati memarahi sahabatnya, dan sahabatnya bertanya, “mengapa kamu memarahiku?“
Sahabatnya akan menjawab, “demi kebaikanmu“.

Ketika seseorang bertanya, “apakah alasanmu menjadi sahabatnya?“
Ia akan menjawab, “tidak tahu“. Sebab sahabat yang sejati tidak pernah memanfaatkan, tidak pernah memandang kelemahan dan kelebihan.

Ketika kau jatuh, ia akan berusaha menopangkan tangannya supaya kau tidak tergeletak.
Ketika kau bersuka, ia akan berada disisimu dan turut merasakan kebahagiaanmu.
Ketika kau berduka, ia akan berada disampingmu, meskipun ia tidak tahu bagaimana cara menghiburmu. Tetap mendengarkanmu, mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutmu, meskipun kau hanya mengaduh dan meskipun ia tidak tahu bagaimana solusi masalahmu.
Ketika kau mengatakan cita – citamu, ia akan mendukung dan berdoa untukmu.
Ketika ia bersuka, kau juga akan bersuka karenanya.
Ketika ia berduka, kau yang ada di sampingnya.

Sahabat adalah memberi tanpa ada maksud di belakangnya, bukan hanya menerima.
Sahabat tidak pernah membungkus racun dengan permen manis.

Persahabatan tidak diukur oleh berapa lamanya waktu, tetapi berapa besar arti ‘persahabatan’ itu sendiri.
Persahabatan tidak diukur oleh materi, tetapi berapa besar pengorbanan.
Persahabatan tidak diukur dari kesuksesan yang di peroleh, tetapi dari berapa besar dukungan yang di berikan.

Ia dapat menyayangimu, bahkan lebih dari dirinya sendiri.

Persahabatan tidak pernah mulus. Tetapi yang membuat indah adalah ketika mereka berhasil menjalaninya bersama, meskipun harus melalui pertumpahan air mata.

Hal yang paling membuat sahabatmu sedih adalah ketika kamu, sebagai seorang sahabat, membohonginya dengan alasan apapun. Sebab ia sangat percaya padamu.

Hanya satu yang sahabatmu minta kepadamu : supaya ia menjadi bagian hidupmu.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya