Everyone is going to hurt you sooner or later, you just have to decide whose worth the pain

yak di penghujung (yang masih agak lumayan jauh) saya akan mempublikasikan teks ini setelah berada dalam draft selama hampir satu tahun lebih sekian bulan. Saya lupa persisnya kenapa ini masih ada dalam draft. Itu saya juga tidak tau siapa yang berkata/menulis pertama kali, tapi itu salah satu dari beberapa yang saya ingat.

*btw itu image nya di-generate pake pablo.

Salah satu artikel dari erepublik

Harga sahabat tuh murah loh ternyata, ga semahal yang diomongin orang orang. Apalagi harga seorang teman.

Hehe…

Ada seorang teman berkata kepada sahabatnya “aku tuh beda, aku ga akan ninggalin kamu. Janji, aku beda dari yang lain, aku ga mau ninggalin sahabatku”.

Selang beberapa waktu, janji itu tinggal janji, toh ga ada yang rugi, yang rugi paling hanya yang ditinggal.

Yang ninggalin siap melenggang dengan elok, teman atau sahabatnya dijadikan batu pijakan untuk ke tempat yang lebih tinggi, bukan sekedar tempat berpijak, tapi

jadi tempat untuk “diinjak injak”(terlalu kasar bhasanya).

Mungkin ga ada niat dari sahabat buat ninggalin temannya, tapi kesibukan yang buat dia lupa.

Lupa dengan janjinya?

Sahabat juga manusia kan.

Haha…

Bukan salah sahabat kalo dia “TIDAK SADAR” telah bersikap begitu, keadaan yg membuat mereka begitu.

Padahal sahabat udah diingatkan “kamu kok berubah, jarang ngobrol sama aku, kalo ngbrol pasti kalo lagi ada masalah sama pacarmu, kenapa si berubah?”

trus, “SAHABAT” jawab : “ga ada yg berubah kok, aku tetep kayak dulu, tetep sahabat kamu, kita harus kayak dulu, ngobrol tiap hari terus terusan, kamu mau

kan? Ga ada yg berubah ko”

tapi, nyatanya sekarang saat dia sudah baikan dengan pacarnya, berhari hari sahabatnya tak disapa, diingat pun mungkin tidak.

Semakin kuat asumsi bahwa “kamu yang butuh aku, kalo mau ngobrol, kamu yang duluan hubungi aku lah”.

Pernah kita sama-sama susah

Terperangkap di dingin malam

Terjerumus dalam lubang jalanan

Di gilas kaki sang waktu yang sombong

Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap

Pernah kita sama-sama rasakan

Panasnya mentari hanguskan hati

Sampai sa’at kita nyaris tak percaya

Bahwa roda nasib memang berputar

Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau

Sementara hari terus berganti

Engkau pergi dengan dendam membara . . .

Di hati . . . . . .

Cukup lama aku jalan sendiri

Tanpa teman yang sanggup mengerti

Hingga sa’at kita jumpa hari ini

Tajamnya matamu tikam jiwaku

Kau tampar bangkitkan aku sobat

(Iwan Fals: Belum Ada Judul)

“Then you should have died! Died, rather than betray your friends, as we would have done for you!”

-Joanne Kathleen Rowling-

“One should rather die than be betrayed. There is no deceit in death. It delivers precisely what it has promised. Betrayal, though … betrayal is the wi llful slaughter of

hope.”

-Steven Deitz-

“Silence is the true friend that never betrays.”

-Confucius-

“We have to distrust each other. It is our only defense against betrayal.”

-Tennessee Williams-

Published with Blogger-droid v2.0.1

dari teman

  1. Bismillahirrahmannirrahim, pada tiap tiap hendak melakukan sesuatu
  2. Alhamdulillah, pada tiap tiap habis melakukan sesuatu
  3. Astagfirullah, jika tersilap mengatakan sesuatu yang buruk
  4. Insyaallah, jika ingin melakukan sesuatu pada masa yang akan datang
  5. Lahaula wala quwata illah billah, bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk
  6. Innalillah wain na illahirajiun, jika menghadapi musibah atau melihat kematian
  7. La ila  ha il lallah, bacalah sepanjang siang dan malam

 

Iya dulu salah satu teman saya pernah kirim sms seperti ini ketika saya mulai ‘nakal’

artikel salah satu pemain erepublik

Ketika seorang sahabat sejati bertanya kepada sahabatnya, “apakah aku pernah melakukan salah padamu?“.

Sahabatnya akan menjawab, “ya, tapi aku sudah melupakan kesalahanmu“.

Ketika seorang sahabat sejati berbalik bertanya kepada sahabatnya, “apakah aku pernah bersalah padamu?“.

Sahabatnya akan menjawab, “ya, tapi aku sudah lupa akan hal itu“.

Ketika seorang bertanya, “Apa yang telah kau lakukan untuk sahabatmu?“

Seorang sahabat akan menjawab, “Aku tidak tahu.” sebab seorang sahabat tidak pernah meminta imbalan dari apa yang telah di perbuatnya dengan tulus.


Ketika seorang sahabat sejati memarahi sahabatnya, dan sahabatnya bertanya, “mengapa kamu memarahiku?“
Sahabatnya akan menjawab, “demi kebaikanmu“.

Ketika seseorang bertanya, “apakah alasanmu menjadi sahabatnya?“
Ia akan menjawab, “tidak tahu“. Sebab sahabat yang sejati tidak pernah memanfaatkan, tidak pernah memandang kelemahan dan kelebihan.

Ketika kau jatuh, ia akan berusaha menopangkan tangannya supaya kau tidak tergeletak.
Ketika kau bersuka, ia akan berada disisimu dan turut merasakan kebahagiaanmu.
Ketika kau berduka, ia akan berada disampingmu, meskipun ia tidak tahu bagaimana cara menghiburmu. Tetap mendengarkanmu, mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutmu, meskipun kau hanya mengaduh dan meskipun ia tidak tahu bagaimana solusi masalahmu.
Ketika kau mengatakan cita – citamu, ia akan mendukung dan berdoa untukmu.
Ketika ia bersuka, kau juga akan bersuka karenanya.
Ketika ia berduka, kau yang ada di sampingnya.

Sahabat adalah memberi tanpa ada maksud di belakangnya, bukan hanya menerima.
Sahabat tidak pernah membungkus racun dengan permen manis.

Persahabatan tidak diukur oleh berapa lamanya waktu, tetapi berapa besar arti ‘persahabatan’ itu sendiri.
Persahabatan tidak diukur oleh materi, tetapi berapa besar pengorbanan.
Persahabatan tidak diukur dari kesuksesan yang di peroleh, tetapi dari berapa besar dukungan yang di berikan.

Ia dapat menyayangimu, bahkan lebih dari dirinya sendiri.

Persahabatan tidak pernah mulus. Tetapi yang membuat indah adalah ketika mereka berhasil menjalaninya bersama, meskipun harus melalui pertumpahan air mata.

Hal yang paling membuat sahabatmu sedih adalah ketika kamu, sebagai seorang sahabat, membohonginya dengan alasan apapun. Sebab ia sangat percaya padamu.

Hanya satu yang sahabatmu minta kepadamu : supaya ia menjadi bagian hidupmu.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya

Mengenai Insomnia

  • Insomnia berasal dari kata in yang artinya tidak dan somnus yang berarti tidur, gampangnya insomnia berarti tidak tidur atau gangguan tidur.

Itu gampangnya, kalo ribetnya insomnia adalah ketidakmampuan atau kesulitan tidur (keknya sama aja gampang yak??). Yang dimaksud kesulitan disini itu berkaitan dengan kuantitas(waktu) atau kualitas (kelelapan) tidur.

Mengenai Penderita Insomnia


Beberapa hal yang sering dikeluhkan oleh penderita insomnia :

    • tidak bisa tidur
  • kurang lama tidur
  • mimpi menakutkan
  • merasa tidak sehat

penderita insomnia tidak akan pernah merasa tidur dengan pulas, walau diberi banyak kesempatan untuk tidur.

Penderita Insomnia :

    • 4-5 kali lebih besar berpeluang untuk mengalami depresi
  • resiko mengalami depresi meningkat setelah 3-5 tahun kemudian
  • produktivitas kerja merosot
  • kualitas hidup menurun
  • meningkatkan C-reactive_protein ( dari wiki, dari sanofi aventis )

Pentingnya Tidur

    • Merupakan suatu proses otak yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi dengan baik
  • jarangnya masyarakat mencari pertolongan mengenai gangguan tidur yang mereka alami
  • Adanya pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang meninggal karena tidak tidur
  • Beberapa gangguan tidur dapat mengancam jiwa baik secara langsung atau secara tidak langsung

setiap individu memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung umur dan aktivitas yang dilakukannya. Biasanya semakin bertambah umur, semakin berkurang jam tidur yang diperlukan

    • bayi : 17 jam
  • anak : 9-10 jam
  • remaja : 7-8 jam

Gangguan Tidur

    • Gangguan tidur akibat kondisi medik umum, yaitu adanya gangguan tidur yang menonjol diakibatkan oleh pengaruh fisiologik langsung kondisi medik umum terhadap siklus bangun- tidur (keknya si gampangnya lagi sakit apa engga gitu). kondisi medis umum : penyakit jantung, asma, kanker, dementia, parkinson, hamil.
  • Gangguan tidur akibat gangguan mental lain, yaitu terdapatnya keluhan gangguan tidur yang menonjol yang diakibatkan oleh gangguan mental lain (sering karena gangguan mood) tetapi tidak memenuhi syarat untuk ditegakkan sebagai gangguan tidur tersendiri. misal gangguan psikiatrik : anxiety, bipolar disorder, depression, psychosis, schizophrenia, substance abuse, substance withdrawal
  • Gangguan tidur akibat zat, yaitu adanya keluhan tidur yang menonjol akibat sedang menggunakan atau menghentikan penggunaan zat (termasuk medikasi).

Sebelum masuk pengobatan/terapi perlu diketahui terlebih dahulu penyebab gangguan tidur yang dialami penderita.

Penyebab

    • Situasi : stres pekerjaan, beban ekonomi, konflik interpersonal, stresor kehidupan, jet lag,
  • Pemakaian obat : SSRI’s, Bupropion, Ca-channel blockers, Decongestants, Appetite Suppressants, Theophylline, Corticosteroids, Diuretics
  • Penyebab lain : bising, suhu udara, tinggi daerah, penyakit fisik, pemakaian stimulansia, gangguan psikiatrik

Faktor Resiko Insomnia

    • Adanya Stres
  • ekonomi
  • emosi
  • kebiasaan
  • usia
  • jenis kelamin
  • episode insomnia sebelumnya
  • penyakit menahun yang menyebabkan nyeri
  • kerja malam hari
  • perjalanan jauh dengan perbedaan waktu
  • pola hidup

Macam Insomnia

    • Initial Insomnia, artinya gangguan saat memasuki tidur
  • Middle Insomnia, yaitu terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur lagi
  • Late Insomnia, sering mengalami gangguan tidur saat bangun pagi
  • Susah tidur (sleep onset insomnia)
  • Selalu terbangun (sleep maintenance insomnia)
  • Selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia)

Berdasar Waktu Terjadinya

    1. Transient Insomnia, berlangsung kurang dari 3 minggu, biasanya berhubungan dengan kejadian tertentu, beralngsung sementara, biasanya menimbulkan stres, dapat dikenali dengan mudah oleh penderita
  • Short Term Insomnia, berlangsung 1-6 bulan, disebabkan oleh stres yang lebih persisten
  • Cyclical Insomnia, lebih jarang dari transient insomnia, terjadi akibat ketidakseimbangan antara tidur dan bangun
  • Chronic Insomnia, berlangsung lebih dari 6 bulan, penderita bisa tidur tapi tidak merasa tidur, sering terjadi pada orang tua, bisa terjadi karena psikoneurotik, atau penyakit.